Hallo semuanya, awal tahun ini kami sekeluarga baru pulang liburan dari Jepang. Dengan bermodalkan nekat dan tiket promo Air Asia Jakarta-Haneda, akhirnya impian untuk menginjakkan kaki di negeri sakura kesampaian juga. Karena mencari tips dan apa saja yang harus dibawa untuk keperluan bayi dan batita pada saat musim dingin sedikit banget, maka melalui post ini, aku pengen berbagi tips membawa bayi dan batita ke Jepang pada saat musim dingin.  

Sebagai penduduk yang selama hidupnya berada di negara tropis, wajar kan kalau kita pengen banget ngalamin gimana sih rasanya hujan salju. Hal itu juga yang mendorongku untuk membeli tiket ke Jepang pada saat musim dingin. Namun yang sempat membuat kawatir adalah kesehatan mbak Kinanti. Mbak Kinanti itu punya bakat alergi yang tinggi, biasanya sih alerginya terhadap debu dan makanan manis, namun 2 bulan sebelum keberangkatan, dia malah menunjukkan alerginya terhadap udara dingin. Jadi kalau terkena AC, badannya akan bentol-bentol bahkan pernah sampai sesak nafas juga. Namun setelah berkonsultasi dengan dokternya dan dibawakan obat alergi akhirnya kami nekat berangkat ke Jepang. Alhamdulillah, sampai sana dia cuma bentol-bentol saja, tidak sampai sesak nafas.

Baiklah, yang pertama pengen aku share disini adalah obat apa saja yang perlu dibawa ketika berpergian dengan bayi dan batita. Untuk mbak Kinanti ( 2 tahun 7 bulan) dan adek Sanjung (9 bulan) kemarin, aku membawa obat-obatan yang biasa dia konsumsi di rumah, seperti:
1. Obat penurun panas merk Sanmol
2. Obat batuk merk Mucopect
3. Obat flu merk Rhinos
4. Obat alergi merk Histrin, dan
5. Transpulmin
Selain itu, untuk keperluan mandinya aku juga membawa beberapa perlengkapan, seperti:
1. Sabun batang zwitsal 2 buah
2. Shampoo zwitsal ukuran 100ml. (Bisa di ganti dengan soap dan shampoo yang jadi satu biar lebih praktis)
3. Minyak telon my baby ukuran 90ml
4. Lotion bayi merk Cusson
5. Vitamin E Lipcare Bodyshop
6. Tisu Basah Baby Wipes, dan
7. Handuk

Selain obat-obatan dan perlengkapan mandi, yang tidak kalah penting adalah makanan anak. Khusus untuk mbak Kinanti, aku membawa makanan kesukaannya yaitu abon, mayonaise, dan cemilan yummy bites. Selain makanan, aku juga membawa persediaan susu ultra mimi untuk seminggu, jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak per harinya ya mom. Nah, untuk adek Sanjung, aku sempat galau mau membawa takahi atau makanan siap saji saja seperti heinz, promina, atau cerelac, namun setelah pertimbangan kepraktisan, akhirnya kami putuskan untuk membawa makanan siap saji saja.

Untuk bajunya, aku memang sudah dari jauh-jauh hari mempersiapkannya, nyicil dikit-dikit supaya ngga kerasa mahalnya haha. Untuk topi, sepatu, kaos kaki dan sarung tangan adek, aku beli di H&M, syal beli di online shop, sedangkan jaket dan long johnnya beli di pasar pagi ITC mangga dua. Untuk sepatu dan kaos kaki mbak Kinanti, aku beli di H&M, syal beli di online shop, jaket beli di tanah abang (murah meriah dan bagus banget), topi dibeliin temen kantor dari belanda, long john dan sarung tangan beli di pasar pagi ITC Mangga Dua.

Oke, sekarang kita bahas tipsnya ya :
1. Bawain activity book, supaya si batita ngga bosen di pesawat. Kemarin, mbak Kinanti aku bawain The Usborne Big Activity Book dan spidol untuk menggambar.
2. Unduh video favoritnya di Hp. Ya walaupun memberikan video ke anak itu ngga bagus, tapi di saat-saat tertentu, supaya dia senang dan kitapun nyaman, menurutku boleh-boleh aja kalau mau dikasih.
3. Bawakan makanan, minuman dan cemilan favoritnya. Untuk perjalanan dengan durasi terbang yang lama, dari pagi sampai malem kayak aku, jangan lupa persiapkan makanan, buah potong, cemilan favorit si kecil, susu dan air putih yang banyak.
4. Perbolehkan si bayi merangkak di isle pesawat. Kemarin ketika si adek udah mulai rewel karena bosen duduk mulu, aku memperbolehkannya merangkak di isle pesawat, tapi tetap harus diawasi ya mom, biar aman dan tidak mengganggu penumpang yang lain. Dan jangan lupa, setelah selesai basuh tangannya dengan tisu basah atau cuci tangan ke toilet, supaya tetap bersih dan higienis.
5. Pakai diapers. Sebenarnya mbak Kinanti sudah tidak memakai diapers, namun supaya dia lebih nyaman ngga bolak balik ke toilet pas perjalanan, maka aku pakein diapers aja, cuma siang dan sore tetap ganti di toilet pesawat sekalian ganti baju.
6. Bawa barang kesukaannya. Barang ini bisa apa saja tergantung anaknya, khusus mbak Kinanti dan adek Sanjung, barang itu adalah selimut. Namun kemarin selain selimut, aku juga bawain bantal (bantal awan IKEA) supaya mereka lebih nyaman tidur dipesawat.
7. Bawa gendongan bayi. Khusus untuk adek Sanjung aku bawa 2 macam gendongan yaitu gendongan ergo baby dan gendongan jarik. Karena dirumah dia selalu di gendong jarik sama bulikku dan suka banget "ngetek = ngumpet di ketek" makanya pas dipesawat aku gendong dia pakai gendongan jarik supaya lebih nyaman, sedangkan pas jalan-jalan aku gendong dia pake gendongan ergobaby. Menurutku gendongan ergo ini bermanfaat banget, soalnya sambil jalanpun si adek tetap bisa nyusu, tinggal ditutup pake nursing cover aja biar ngga kelihatan dari luar.
8. Bawa stroller yang bisa dilipat kecil. Stasiun subway di Jepang kadang tidak dilengkapi dengan elevator, udah kebayang kan repotnya kalau bawa stroler yang ngga bisa dilipet sambil bawa anak naik turun tangga. Oh iya, kalau kita bawa anak kecil, kita bisa memasukkan stroller ke dalam bagasi tanpa tambahan biaya loh alias free of charge.
9. Bawa perlengkapan winter secukupnya saja dari Indonesia, karena di Jepang harganya jauh lebih murah, apalagi kalau datangnya pas akhir atau awal tahun, banyak sale dimana-mana.
10. Last but not least, susun itinerary santai dan perbanyak stok sabar. Berpergian bersama bayi dan batita tidak akan sefleksibel berpergian dengan suami/saudara/teman sebaya, makanya bikin itinerary yang santai aja, ngga usah terlalu ngoyo, jadi kalaupun ada tujuan wisata yang ngga sempat dikunjungi, kita tidak akan terlalu kecewa. Terkadang anak juga sulit diprediksi moodnya, pernah mbak Kinanti dan adek Sanjung nangis berjamaah di depan temple karena rebutan mau sama mamah. Saat kita sendiripun lelah ditambah anak-anak yang rewel terkadang jadinya emosi tidak terkontrol, makanya stok sabar harus diperbanyak ya mom. Inget, tujuan kita tamasya untuk seneng-seneng bersama, bukan nyenengin diri kita sendiri, atau cuma nyenengin suami, anak-anak juga harus seneng, jadi ketika ada salah satu anggota keluarga yang tidak nyaman atau ngga mood sebaiknya kita istirahat dulu, jangan dipaksain :)

Oh iya, kita bisa mendapatkan beberapa keistimewaan dengan berpergian bersama bayi dan batita, seperti bisa membawa cairan lebih dari 100ml ke dalam kabin pesawat, bisa naik buggy service di bandara, dan bisa mendapat priority line antrian imigrasi di Jepang, enak kan. Jadi kalau ada tabungan dan tiket murah, jangan tunda berpergian bersama anak-anak kita ya mom :)

Penampakan koper kami


0 Komentar